Selasa, 24 Mei 2011

Selamat Datang Kepunahan Global

Seperti yang kita ketahui kondisi bumi kita yang kita huni ini dari hari ke hari semakin bertambah parah akibat pemanasan global. Hal ini juga banyak membawa efek buruk bagi bumi kita, dan spesies-spesies lainnya yang hidup di bumi. Tak ada asap jika tak ada api itulah mungkin pepatah klasik yang cocok untuk kondisi saat ini, ya benar bumi kita tercinta ini ga akan rusak kita kita menjaga dan merawatnya baik-baik. Nah kali ini saya akan share sebuah artikel tentang salah satu dampak pemanasan global, cekidot!!

Selamat Datang Kepunahan Global

Liputan6.com, Los Angeles: Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, tingkat kepunahan global mencapai 160 persen atau sudah melewati batas. Beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian juga memprediksi bahwa perusakan habitat akan meningkat dari 20 persen hingga 50 persen untuk semua spesies di Bumi dalam 500 tahun.

Berdasarkan penelitian Stephen Hubbell, ekolog Universitas California, Los Angeles, banyak spesies yang hampir punah, meskipun hal tersebut tidak akan secepat yang dikhawatirkan. "Kabar baiknya adalah kita masih punya banyak waktu untuk bisa menyelamatkan beberapa spesies," kata Hubbell. Kabar buruknya, tegas Hubbell, adalah hilangnya berbagai habitat di abad 21 seperti cagar alam yang dapat mempercepat kepunahan ini.

Tidak ada bukti atau metode langsung yang dapat menunjukan tingkat kepunahan, jadi kebanyakan ilmuwan menggunakan metode tidak langsung untuk memperkirakan kecepatan punahnya flora dan fauna.

Metode tersebut mengkalkulasi tingkat spesies baru yang ditemukan ketika lokasi habitat baru ditemukan, yang disebut species-area relationship (SAR), berbanding terbalik dengan kurva prediksi jumlah spesies yang akan punah di lokasi habitat yang rusak dengan luas yang sama.

Menurut Hubbell metode tersebut kurang tepat, karena lahan yang hilang lebih banyak dibandingkan dengan penemuan spesies barunya. Oleh karena itu, hanya satu jenis spesies yang harus ditemukan di area yang dianggap sebagai lokasi populasi baru.(NationalGeographic/ADO)

Sumber : disini

Nah.. itulah salah satu dampak pemanasan global, bisa di bayangkan jadi apa bumi kita ratusan tahun lagi bahkan puluhan tahun lagi? tiada yang tau selain Allah SWT yang terpenting adalah partisipasi kita semua dalam menjaga bumi kita ini untuk masa depan yang lebih baik. Ga ada kata terlambat untuk memperbaiki ini semua dan sekecil apa pun partisipasi kita pasti akan berdampak banyak untuk bumi kita ini. So.. begin from yourself, nasib bumi kita ada di tangan kita guys :)

Jumat, 20 Mei 2011

10 Konspirasi Terbesar Sepanjang Sejarah

Setiap peristiwa besar dalam sejarah selalu mengundang tafsir ganda: antara fakta dan dugaan. Karena itulah muncul teori-teori konspirasi yang menawarkan alternatif penjelasan.

Konspirasi pertama adalah insiden jatuhnya UFO Roswell di New Meksiko pada 1947. Berikut ini 10 konspirasi yang terbesar di dunia sepanjang sejarah.

1. Insiden 11 September 2001
Dengan kekuatan web dan juga siaran langsung di televisi, peristiwa yang terjadi pada 11 September 2001, saat teroris menyerang World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington, sanggup melebihi kehebohan insiden Rosswell dan penembakan John F Kennedy.
Meskipun AS mengklaim serangan tersebut direncanakan Al-Qaeda, investigasi resmi dan tidak resmi terhadap rubuhnya menara kembar tersebut menyimpulkan bahwa kegagalan struktural terjadi dalam peristiwa tersebut. Konspirasi disebut-sebut terjadi dalam peristiwa ini.

Beberapa pihak meyakini pemerintah AS telah memberikan peringatan, namun tak bisa menghentikan serangan tersebut. Mereka yakin pemerintahan George W Bush menutup mata terhadap peringatan ini karena ingin mengibarkan peperangan dengan negara Timur Tengah.

Sekelompok besar orang yang disebut 9/11 Truth Movement, menemukan bukti bahwa pesawat tidak menghantam Pentagon dan WTC. Kejadian tersebut karena pembakaran bahan bakar dalam pesawat itu sendiri. Sebab, terdengar ledakan dalam pesawat bahkan sebelum ia menabrak menara kembar.
2. Pembunuhan John F Kennedy
John F Kennedy ditembak pada Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas pukul 12.30 waktu setempat. Dia terluka parah saat ditembak ketika mengemudi iring-iringan mobil bersama istrinya Jacqueline Kennedy. Investigasi 10 bulan yang dilakukan oleh Warren Commission pada 1963 hingga 1964, United States House Select Committee on Assassinations (HSCA) pada 176 hingga 1979, dan investigasi pemerintah lain menyimpulkan bahwa sang presiden dibunuh oleh Lee Harvey Oswald, yang akhirnya ditembak mati oleh Jack Ruby dalam tahanan.

Namun, keraguan muncul dari penjelasan yang menyebutkan Oswald adalah satu-satunya pria bersenjata yang menembak mati Kennedy. Rekaman iring-iringan yang diambil oleh Abraham Zapruder mendukung keyakinan bahwa ada empat tembakan yang dilakukan, bukan tiga seperti yang disebutkan Warren Commission. Rekaman dalam film tersebut juga menunjukkan sedikitnya ada satu tembakan yang datang dari arah yang berbeda dengan Oswald.
Ini juga didukung oleh beberapa saksi mata. Banyak yang percaya beberapa tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di balik bukit.

Pada 1979, House Select Committee on Assassinations (HSCA) menemukan kecacatan investigasi yang dilakukan FBI dan Warren Commission. HSCA juga menyimpulkan ada empat tembakan yang dilakukan dan kemungkinan terdapat konspirasi di dalamnya. Namun, beberapa penyelidikan, salah satunya oleh National Academy of Sciences mempertanyakan keakuratan bukti yang digunakan HSCA yang menemukan empat tembakan.

3. UFO di Rosswell
Peristiwa ini terjadi lebih dari setengah abad yang lalu, di mana terjadi teori konspirasi mengenai unidentified flying objects (UFO–piring terbang). Sesuatu jatuh di Rosswell, New Mexico sebelum 7 Juli 1947.

Orang menduga itu adalah piring terbang. Namun, AS menjawab, itu hanyalah kecelakaan balon cuaca. Pada 1989, mantan penjaga makam, Glenn Denis menyebutkan ia turut terlibat dalam otopsi alien yang dilakukan di pangkalan udara Rosswell.

4. NASA Memalsukan Pendaratan di Bulan
Pendaratan di bulan yang dilakukan NASA adalah murni tipuan. NASA dan beberapa pihak telah melakukan penipuan publik agar percaya bahwa pendaratan tersebut benar-benar terjadi dengan merekayasa peralatan, juga mengumpulkan bukti, termasuk foto, kaset rekaman, transmisi, dan contoh batuan.

Pihak yang berpikir NASA melakukan penipuan melihat keganjilan dalam foto dan juga rekaman yang ditunjukkan. Beberapa di antaranya ialah adanya batu karang dalam permukaan bulan, bendera yang ditanam Buzz Aldrin bisa berkibar dengan aneh padahal di bulan tak ada udara, kurangnya bintang di atas angkasa, dan juga bayangan yang jatuh ke arah yang berbeda. Beberapa pengamat telah menunjukkan dengan rinci bukti-bukti tipuan yang dilakukan NASA.

5. Kelompok Illuminati dan Orde Dunia Baru
Konspirasi terjadi saat kelompok kuat dan rahasia (Illuminati, grup Bilderberg, dan kelompok rahasia) merencanakan memerintah umat manusia dengan pemerintahan dunia tunggal. Banyak peristiwa-peristiwa dalam sejarah disebut-sebut telah direkayasa oleh kelompok ini dengan satu tujuan, New World Order (NWO). Kelompok-kelompok ini menggunakan dana politik, rekayasa sosial, kontrol pikiran, dan propaganda ketakutan berbasis untuk mencapai tujuan mereka.

Tanda-tanda kehadiran NWO akan ditunjukkan dengan adanya piramida terbalik di Great Sale di AS, terdapat di Denver International Airport, dan pentagram dalam rencana kota. Organisasi-organisasi internasional seperti Bank Dunia, IMF, Uni Eropa, PBB, dan NATO terdaftar sebagai organisasi pendiri dari New World Order.

6. Elvis Presley Memalsukan Kematiannya Sendiri
Beberapa pihak meyakini bahwa Elvis “The King” Presley tidak meninggal pada 1977. Banyak fans yakin ia masih hidup, dan kini ia bersembunyi dengan beragam alasan. Klaim ini didukung dengan ribuan penampakan Presley setelah kematiannya. Alasan utama yang mendukung Presley telah memalsukan kematiannya terlihat dalam kuburannya.
Dia atas kuburnya, nama tengahnya adalah Aron yang dieja Aaron. Namun “Aaron” sebenarnya adalah nama tengah dari Presley. Rupanya baik Presley maupun ayahnya mencoba mengubah namanya menjadi “Aaron” agar mirip dengan saudara kembar Presley yang telah meninggal, Jesse Garon Presley.

7. Shakespeare Bukanlah Shakespeare
Siapa penulis bahasa Inggris terbesar? Di antara banyak kandidat alternatif yang telah diajukan Francis Bacon, Christopher Marlowe, William Stanley, dan Edward de Vere yang paling populer. Teoritikus percaya, kurang adanya bukti bahwa aktor dan pengusaha yang dikenal sebagai Shakespeare dari Stratford bertanggung jawab untuk karya-karya yang membesarkan namanya. Sangat sedikit informasi biografis yang ada tentang Shakespeare.

8. Paul McCartney Telah Mati
“Paul telah mati” adalah legenda setempat yang menyebutkan Paul McCartney telah meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1966 dan digantikan oleh orang yang mirip dan suara yang sama. Bukti atas kematian McCartney terdiri atas "petunjuk" ditemukan di antara banyak rekaman The Beatles. Ratusan bukti telah dikutip beberapa kali oleh berbagai macam orang.

Laporan diduga terdengar ketika lagu dimainkan mundur, simbolisme yang ditemukan di lirik jelas, dan citra ambigu pada cover album. Beberapa dari mereka yang terkenal, seperti fakta bahwa McCartney adalah satu-satunya Beatle bertelanjang kaki dan keluar dengan langkah yang lain pada sampul Abbey Road.

9. Harold Wilson Adalah Agen Soviet
Anatoliy Golitsyn, seorang penyeberang Soviet telah menyatakan Wilson adalah mata-mata KGB. Lebih jauh ia menyatakan Hugh Gaitskell dibunuh oleh KGB dan ia akhirnya bisa digantikan oleh pemimpin Partai Buruh, Harold Wilson.
Selain itu, mantan perwira MI5 Peter Wright menyatakan dalam memoarnya -Spycatcher- bahwa dia telah diberitahu bahwa Wilson adalah seorang agen Soviet. MI5 berulang kali diselidiki Wilson selama beberapa tahun sebelum memutuskan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan KGB.
Pada program TV BBC, The Plot Against Harold Wilson, disiarkan pada 2006, itu menyatakan bahwa militer berada di titik meluncurkan kudeta terhadap Wilson pada 1974. Wilson sendiri mengatakan kepada BBC bahwa ia takut dan sedang dirusak oleh MI5 pada akhir 1960 setelah devaluasi sterling dan lagi pada 1974 setelah ia nyaris memenangi pemilihan melawan Edward Heath.

10. Virus AIDS Diciptakan di Laboratorium
Berdasarkan teori Dr William Campbell Douglass, banyak yang percaya bahwa bahwa HIV direkayasa secara genetika pada 1974 oleh World Health Organisation. Dr Douglass percaya bahwa itu adalah usaha berdarah dingin untuk membuat virus pembunuh yang kemudian digunakan dalam percobaan yang sukses di Afrika. Orang lain telah mengklaim bahwa itu diciptakan oleh CIA atau KGB sebagai sarana untuk mengurangi populasi dunia. (Telegraph l art)


Sumber : klik disini

Jumat, 06 Mei 2011

Perkembangan Perekonomian Masa Depan

Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global
Kajian perdana Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) pada semester genap ini menghadirkan Ali Sakti, S.E., M.Ec. (Junior Researcher Bank Indonesia) sebagai pembicara. Tema yang diusung oleh Departemen Keilmuan dan Riset adalah mengenai “Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global. Acara yang dilaksanakan di Masjid Al-Jamiah pada hari Sabtu (14/03) ini dihadiri sekitar 25 orang.
Sejalan dengan tema yang diangkat, Ali Sakti memberikan perkembangan terbaru bdiang ekonomi-politik. Ketika mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai rancangan ekonomi syariah untuk membantu meningkatkan perekonomian syariah di hadapan Dewan Penasihat Presiden, rancangan tersebut, Insya Allah, akan dilanjutkan kepada Presiden SBY.
Pada awal kampanye dan pemerintahan SBY, pemerintah memiliki tiga visi utama untuk meningkatkan perekonomian negara, yakni pro-growth, pro-job, dan pro-poor. Menurut Ali Sakti, ketiga visi tersebut sudah cukup sesuai dengan tujuan ekonomi syariah. Perbedaan hanya terletak pada penempatannya, karena yang harus diutamakan adalah pro-poor. Ketika kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi dan jumlah kemiskinan berkurang, langkah selanjutnya adalah penciptaan pekerjaan. Sedangkan pro-growth pada akhirnya akan meningkat secara otomatis karena merupakan dampak dari peningkatan dua hal pertama. Selain faktor ekonomi, faktor warisan kebudayaan juga memiliki faktor terhadap peningkatan stabilitas ekonomi Indonesia. Seperti ramah tamah, murah senyum, dan gotong royong.
Terlepas dari itu semua, permasalahan ekonomi Indonesia juga terlihat cukup kompleks. Mulai dari jumlah pengangguran yang semakin meningkat, disparitas pendapatan di masyarakat, kurangnya etika berekonomi dan pengetahuan manajemen. Namun Indonesia masih memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensial pasar yang cukup besar. Bersesuaian dengan hal itu, visi ekonomi syariah juga sejalan untuk memecahkan permasalahan di atas, yaitu ekonomi yang beretika, good corporate governance, transparan dan mendukung real sector.
Program Pembangunan Jangka Panjang (PJPP) yang dibuat pemerintah hingga tahun 2025 memiliki beberapa tujuan seperti peningkatan sektor pertanian dan pertambangan, angka kemiskinan di bawah 5%, pendapatan perkapita USD 6000, hingga kemandirian pangan. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana peran atau kontribusi ekonomi Islam untuk mendukung program jangka panjang pemerintah tersebut?
Di antara langkah yang harus diambil pemerintah adalah dengan membangun sistem dan sektor sosial syariah. Selain itu juga perlunya perluasan jaringan perdagangan yang intensif dengan negara-negara Muslim. Hal ini mengingat bahwa pemerintah sudah terlalu lama bekerja sama (baca: memohon bantuan) dengan negara atau organisasi dari Barat, seperti IMF. Selain hal tersebut, hal yang paling mendasar adalah menciptkan sistem pendidikan dengan basis ilmu dan yang terpenting moral. Sehingga nantinya akan terbangun sistem keuangan syariah solid.
Sedangkan dalam Rancangan Program Jangka Menengah (RPJM) diperlukan revitalisasi pertanian, mengingat Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dengan jumlah petani sekitar 25 juta orang, memiliki potensi besar sehingga seharusnya tidak perlu lagi melakukan impor beras. Hal lain yang perlu diingat adalah pengembangan koperasi dan UMKM. Pada masa pascakrisis tahun 1998, sektor menengah perekonomian banyak yang beralih ke bidang UMKM. Hal tersebut ternyata mampu meningkatkan ketahanan UKM karena terciptanya transformasi ilmu manajemen yang baik. Selain itu diharapkan juga terciptanya iklim tenaga kerja yang baik.
Untuk mewujudkan dan mendukung program pemerintah tersebut, beberapa hal lain yang harus dilakukan di antaranya:
1. Amandemen UU Zakat; Optimalisasi fungsi Baznas sebagai regulator terhadap LAZ laiknya BI terhadap bank-bank di Indonesia; pembuatan RUU mengenai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS); dan kebijakan Upah Minimun Regional (UMR) yang dioptimalkan dengan distribusi zakat yang baik.
2. Kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara Muslim khususnya di Timur Tengah.
3. Sinergi yang baik antara otoritas pendidikan dan agama (Diknas dan Depag); Program pendidikan di Perguruan Tinggi. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan sumber daya insani yang tidak hanya berilmu tapi juga bermoral.
4. Perlu adanya bank syariah BUMN; Pengelolaan dana haji dan ziswaf; Tersusun dan teraplikasikannya sistem keuangan Indonesia termasuk sistem perpajakan yang kondusif; Rancangan Undang-Undang (RUU) sebagai landasan hukum aplikasi Lembaga Keuangan Syariah; Perbankan syariah sebagai salah satu sistem keuangan Indonesia.
Kita berharap pemerintah dengan konsisten menerima kontribusi dan menjalankan visi ekonomi syariah (Islam) untuk membantu peningkatan perekonomian Indonesia pasca krisis keuangan global dunia, dan lebih jauh untuk meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia. Hal itu akan membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya untuk umat Muslim saja, tapi sebagai rahmat bagi semesta alam

Sumber: Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi)

Pembangunan Daerah

Pembangunan daerah atau Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (pasal 1 huruf (h) UU NOMOR 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah).
Daerah Otonom, selanjutnya disebut Daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 1 huruf (i) UU NOMOR 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah).

Dasar Hukum
Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat, yakni :
1. Undang-undang Dasar
Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah. Pasal 18 UUD menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah.
2. Ketetapan MPR-RI
Tap MPR-RI No. XV/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah : Pengaturan, Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan, serta perimbangan kekuangan Pusat dan Daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Undang-Undang
Undang-undang N0.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas Desentralisasi. Hal-hal yang mendasar dalam UU No.22/1999 adalah mendorong untuk pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi DPRD.
Dari ketiga dasar perundang-undangan tersebut di atas tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan Otonomi Daerah memiliki dasar hukum yang kuat. Tinggal permasalahannya adalah bagaimana dengan dasar hukum yang kuat tersebut pelaksanaan Otonomi Daerah bisa dijalankan secara optimal.

Pokok-Pokok Pikiran Otonomi Daerah
Isi dan jiwa yang terkandung dalam pasal 18 UUD 1945 beserta penjelasannya menjadi pedoman dalam penyusunan UU No. 22/1999 dengan pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
1. Sistim ketatanegaraan Indonesia wajib menjalankan prinsip-prinsip pembagian kewenangan berdasarkan asas konsentrasi dan desentralisasi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Daerah yang dibentuk berdasarkan asas desentralisasi dan dekonsentrasi adalah daerah propinsi, sedangkan daerah yang dibentuk berdasarkan asas desentralisasi adalah daerah Kabupaten dan daerah Kota. Daerah yang dibentuk dengan asas desentralisasi berwenang untuk menentukan dan melaksanakan kebijakan atas prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
3. Pembagian daerah diluar propinsi dibagi habis ke dalam daerah otonom. Dengan demikian, wilayah administrasi yang berada dalam daerah Kabupaten dan daerah Kota dapat dijadikan Daerah Otonom atau dihapus.
4. Kecamatan yang menurut Undang-undang Nomor 5 th 1974 sebagai wilayah administrasi dalam rangka dekonsentrasi, menurut UU No 22/99 kedudukanya diubah menjadi perangkat daerah Kabupaten atau daerah Kota.

Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Otonomi Daerah
Berdasar pada UU No.22/1999 prinsip-prinsip pelaksanaan Otonomi Daerah adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan Otonomi Daerah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek-aspek demokrasi, keadilan, pemerataan, serta potensi dan keanekaragaman daerah.
2. Pelaksanaan Otonomi Daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab
3. Pelaksanaan Otonomi Daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah Kabupaten dan daerah Kota, sedang Otonomi Daerah Propinsi merupakan Otonomi Terbatas.
4. Pelaksanaan Otonomi Daerah harus sesuai dengan Konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antar daerah.
5. Pelaksanaan Otonomi Daerah harus lebih meningkatkan kemandirian Daerah Otonom, dan karenanya dalam daerah Kabupaten dan daerah Kota tidak ada lagi wilayah administrasi.
6. Kawasan khusus yang dibina oleh Pemerintah atau pihak lain seperti Badan Otorita, Kawasan Pelabuhan, Kawasan Pertambangan, Kawasan Kehutanan, Kawasan Perkotaan Baru, Kawasan Wisata dan semacamnya berlaku ketentuan peraturan Daerah Otonom.
7. Pelaksanaan Otonomi Daerah harus lebih meningkatkan peranan dan fungsi badan legislatif daerah, baik sebagai fungsi legislasi, fungsi pengawas maupun fungsi anggaran atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
8. Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada daerah Propinsi dalam kedudukannya sebagai Wilayah Administrasi untuk memelaksanakan kewenangan pemerintahan tertentu yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah.
9. Pelaksanaan asas tugas pembantuan dimungkinkan, tidak hanya dari Pemerintah Daerah kepada Desa yang disertai dengan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaan dan mempertanggungjawabkan kepada yang menugaskan.

Perkembangan Otonomi Daerah di Indonesia
Meskipun UUD 1945 yang menjadi acuan konstitusi telah menetapkan konsep dasar tentang kebijakan otonomi kepada daerah-daerah, tetapi dalam perkembangan sejarahnya ide otonomi daerah itu mengalami berbagai perubahan bentuk kebijakan yang disebabkan oleh kuatnya tarik-menarik kalangan elit politik pada masanya. Apabila perkembangan otonomi daerah dianalisis sejak tahun 1945, akan terlihat bahwa perubahan-perubahan konsepsi otonomi banyak ditentukan oleh para elit politik yang berkuasa pada saat it. Hal itu terlihat jelas dalam aturan-aturan mengenai pemerintahan daerah sebagaimana yang terdapat dalam UU berikut ini :
1. UU No. 1 tahun 1945
Kebijakan Otonomi daerah pada masa ini lebih menitikberatkan pada dekonsentrasi. Kepala daerah hanyalah kepanjangan tangan pemerintahan pusat.
2. UU No. 22 tahun 1948
Mulai tahun ini Kebijakan otonomi daerah lebih menitikberatkan pada desentralisasi. Tetapi masih ada dualisme peran di kepala daerah, di satu sisi ia punya peran besar untuk daerah, tapi juga masih menjadi alat pemerintah pusat.
3. UU No. 1 tahun 1957
Kebijakan otonomi daerah pada masa ini masih bersifat dualisme, di mana kepala daerah bertanggung jawab penuh pada DPRD, tetapi juga masih alat pemerintah pusat.
4. Penetapan Presiden No.6 tahun 1959
Pada masa ini kebijakan otonomi daerah lebih menekankan dekonsentrasi. Melalui penpres ini kepala daerah diangkat oleh pemerintah pusat terutama dari kalangan pamong praja.
5. UU No. 18 tahun 1965
Pada masa ini kebijakan otonomi daerah menitikberatkan pada desentralisasi dengan memberikan otonomi yang seluas-luasnya bagi daerah, sedangkan dekonsentrasi diterapkan hanya sebagai pelengkap saja
6. UU No. 5 tahun 1974
Setelah terjadinya G.30.S PKI pada dasarnya telah terjadi kevakuman dalam pengaturan penyelenggaraan pemerintahan di daerah sampai dengan dikeluarkanya UU NO. 5 tahun 1974 yaitu desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas perbantuan. Sejalan dengan kebijakan ekonomi pada awal Ode Baru, maka pada masa berlakunya UU No. 5 tahun 1974 pembangunan menjadi isu sentral dibanding dengan politik. Pada penerapanya, terasa seolah-olah telah terjadi proses depolitisasi peran pemerintah daerah dan menggantikannya dengan peran pembangunan yang menjadi isu nasional.
7. UU No. 22 tahun 1999
Pada masa ini terjadi lagi perubahan yang menjadikan pemerintah daerah sebagai titik sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan mengedapankan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.

Pembagian Kewenangan Pusat dan Daerah
1. Kewenangan Daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain.
2. Kewenangan bidang lain tersebut meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, dana perimbangan keuangan, sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara, pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis, konservasi, dan standardisasi nasional.
3. Kewenangan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah dalam rangka desentralisasi harus disertai dengan penyerahan dan pengalihan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia sesuai dengan kewenangan yang diserahkan tersebut.
4. Kewenangan Pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur dalam rangka dekonsentrasi harus disertai dengan pembiayaan sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan tersebut.
5. Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten dan Kota, serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya.
6. Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom termasuk juga kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.
7. Kewenangan Propinsi sebagai Wilayah Administrasi mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah.
8. Daerah berwenang mengelola sumber daya nasional yang tersedia di wilayahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kewenangan Daerah di wilayah laut meliputi:
o Eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut sebatas wilayah laut tersebut;
o Pengaturan kepentingan administratif;
o Pengaturan tata ruang;
o Penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh pemerintah; dan
o Bantuan penegakan keamanan dan kedaulatan negara.
9. Kewenangan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota di wilayah laut adalah sejauh sepertiga dari batas laut Daerah Propinsi. Pengaturan lebih lanjut mengenai batas laut diatur dengan Peraturan Pemerintah.
10. Kewenangan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota mencakup semua kewenangan pemerintahan selain kewenangan yang dikecualikan seperti kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain yang mencakup kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, dana perimbangan keuangan, sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara, pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi yang strategis, konservasi, dan standarisasi nasional.
11. Kewenangan Daerah Kabupaten dan Daerah Kota tidak mencakup kewenangan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Propinsi. Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja.
12. Pemerintah dapat menugaskan kepada Daerah tugas-tugas tertentu dalam rangka tugas pembantuan disertai pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannya kepada Pemerintah. Setiap penugasan ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan.

Sumber-sumber Penerimaan Daerah dalam pelaksanaan desentralisasi meliputi:
1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
o Hasil pajak daerah
o Hasil restribusi daerah
o Hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
o Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,antara lain hasil penjualan asset daerah dan jasa giro
2. DANA PERIMBANGAN
o Dana Bagi Hasil
o Dana Alokasi Umum (DAU)
o Dana Alokasi Khusus
3. PINJAMAN DAERAH
o Pinjaman Dalam Negeri
1. Pemerintah pusat
2. Lembaga keuangan bank
3. Lembaga keuangan bukan bank
4. Masyarakat (penerbitan obligasi daerah)
o Pinjaman Luar Negeri
1. Pinjaman bilateral
2. Pinjaman multilateral
4. Lain-lain pendapatan daerah yang sah;
o hibah atau penerimaan dari daerah propinsi atau daerah Kabupaten/Kota lainnya,
o penerimaan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan


Sumber : http://www.membuatblog.web.id/2010/07/pengertian-otonomi-daerah.html

Kebenaran Mitos-Mitos di Dunia Fashion

Mode, pasti setiap orang sangat memerhatikan penampilannya di depan umum khususnya bagi kaum hawa. Mode sangat penting dan kadang membuat ribet, berbicara tentang mode yok kita simak beberapa mitos di dunia mode, cekidot!!!

Banyak mitos-mitos yang beredar di dunia fashion selama ini. Namun tidak pernah ada yang memastikan kebenarannya. Ketimbang mempercayai mitos yang tak benar, yuk kita cek kebenarannya.


Mitos : Warna hitam cocok untuk semua orang
Fakta : Tak semua warna kulit cocok dengan warna hitam. beberapa warna kulit justru tampak lebih cerah ketika memakai warna-warna terang seperti merah, oranye dan sebagainya.

Mitos : Garis horizontal membuat tubuh terlihat lebih gemuk
Fakta : Penelitian telah membuktikan bahwa corak garis (berjarak) besar justru membuat seseorang tampak lebih kurus.

Mitos : Tas dan sepatu harus berwarna sama
Fakta : Kini trend yang berlaku seringkali 'memaksa' para pencinta fashion untuk 'bermain-main dengan aneka warna, termasuk membedakan warna tas dan sepatu mereka.

Mitos : Lekukan tubuh dapat disembunyikan dengan celana berpotongan baggy
Fakta : Nyatanya, tubuh terlihat lebih besar saat memakai celana berpotongan baggy. Justru pakaian dengan potongan yang fit (pas badan) membuat tubuh seseorang terlihat ramping.

Mitos : Rok Panjang membuat seseorang terlihat lebih pendek
Fakta : Kenyataannya, rok panjang dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan ramping jika dipadukan dengan blouse yang sesuai.

Mitos : Mereka yang memiliki kaki mungil dan kurus cocok memakai apapun
Fakta : Bentuk kaki yang terlalu kurus akan tampak aneh jika memakai rok yang terlalu pendek.

Mitos : Pakaian dengan hiasan manik-mani (sequinned) hanya untuk dipakai di malam hari
Fakta : Banyak kaos aatau jaket berhias manik yang cocok digunakan di siang hari

Mitos : Hanya rocker yang cocok menggunakan jaket kulit
Fakta : Jaket kulit cocok digunakan siapa saja, bahkan sempat menjadi trend di tahun 2009-2010.

Mitos : Denim dan denim tak bisa di padupadankan
Fakta : Di tahun 2010 lalu, blouse bahan denim yang dipadukan dengan bawahan denim menjadi trend dunia. (Tengok pagelaran busana Balmain dan Guess).


Sumber : www.yahoo.co.id

Tips Mengatasi Rambut Berminyak

Masalah rambut yang satu ini ga kalah bikin stres buat para cewe, ga terkecuali bagi saya yang menggunakan jilbab karena seringnya rambut tertutup dan udara yang panas dan lembab kadang membuat rambut berminyak. Nah ini beberapa tips untuk mengatasi rambut yang berminyak, cekidot!!!

Bagi banyak wanita dengan rambut berminyak, terlambat bangun pagi bisa jadi hal yang menyebalkan karena membuat kita tak sempat keramas. Akibatnya, rambut pun jadi lepek dan berminyak sepanjang hari. Jangan khawatir, kami punya solusinya.

1. Pakai bedak bayi
Taburkan bedak bayi di puncak kepala, di bagian kulit kepala yang paling berminyak. Biarkan beberapa saat agar minyak terserap oleh bedak, lalu sisir rambut seperti biasa.

2. Buat jadi gaya
Tarik semua rambut ke belakang, lalu kuncir. Semprotkan shiny serum untuk membuat rambut terlihat berkilau. Dengan cara ini, orang akan menyangka Anda memang sengaja menata rambut dengan gaya slick dan rapi, bukan karena tak sempat cuci rambut.

3. Cuci poni
Tak ada cukup waktu untuk mencuci seluruh rambut saat mandi? Cucilah poninya saja. Bagian yang paling akan terlihat berminyak saat Anda beraktivitas sehari-hari adalah poni. Jadi sempatkan mencuci bagian depan rambut. Tak butuh waktu lama untuk mengeringkannya, dan rambut pun akan terlihat seperti baru keramas.

4. Kurangi menyisir
Dengan menyisir, minyak di kulit kepala akan terdistribusi ke seluruh bagian rambut. Bagi Anda yang memiliki rambut kering, tak ada salahnya sering-sering menyisir. Namun jika rambut Anda berminyak, cukup sisiran untuk merapikan rambut saja. Hindari menyisir dengan tangan karena akan mengotori rambut dan membuat rambut makin berminyak.

5. Oil control paper
Anda mungkin sudah sering menggunakan kertas minyak atau oil control paper untuk mengurangi kelebihan minyak di kulit wajah. Namun ternyata kertas ini juga bisa dipakai di kulit kepala untuk menyerap kadar minyak penyebab rambut lepek.

6. Hindari topi
Banyak orang yang menutupi rambut lepek dan berminyak dengan cara memakai topi. Padahal ini malah akan membuat kulit kepala makin berminyak. Jika Anda menutupinya dengan topi, pastikan Anda tak akan berada di tempat atau situasi yang mengharuskan Anda untuk membuka topi.


Sumber : www.yahoo.co.id

Revolusi Sektor Jasa

Penasihat Ekonomi Bank Dunia untuk Asia Selatan, editor buku "The Service Revolution in South Asia"
CINA dan India sedang berlomba dalam bidang ekonomi. Namun, cara yang mereka tempuh amatlah berbeda. Cina unggul sebagai pengekspor produk manufaktur, sedangkan India meraih reputasi global dengan mengekspor layanan jasa modern. Bisa dikatakan, India sudah melampaui sektor manufaktur, lepas landas dari agrikultur ke bidang jasa.
Perbedaan pola pertumbuhan kedua negara itu sangat mencolok dan menimbulkan pertanyaan di mata negara-negara berkembang. Bisakah jasa menjadi sedinamis manufaktur? Bisakah negara yang mengembangkannya belakangan mendapatkan keuntungan dari globalisasi sektor jasa? Bisakah jasa menjadi pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan?
Sejumlah fakta cukup berharga untuk dikaji. Sektor jasa di India, yang menyumbangkan perkembangan negara itu, relatif lebih besar dibandingkan dengan di Cina. Meskipun termasuk wilayah yang rendah pendapatan perkapitanya, India dan negara-negara Asia Selatan lainnya telah mengadopsi pola pertumbuhan negara-negara dengan pendapatan perkapita menengah ke atas. Pola pertumbuhan negara-negara terse-but lebih mirip dengan Irlandia dan bahkan Israel, dibandingkan dengan Cina dan Malaysia.
Pola pertumbuhan India sangat menakjubkan karena seakan bertentangan dengan "hukum" pembangunan yang kaku yang sudah dianut selama sekitar dua ratus tahun, sejak bermula nya revolusi industri. Menurut "hukum" ini - yang sekarang menjadi kebijakan konvensional- industrialisasi adalah satu-satunya jalur untuk memacu pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang.
Sebagai akibat globalisasi, cepatnya tingkat perkembangan bisa sangat dahsyat. Namun, potensi pertumbuhan yang begitu eksplosif biasanya hanya terlihat di sektor manufaktur. Namun, bukan ini persoalannya. Ada bukti bahwa negara-negara dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di sektor jasa cenderung memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara keseluruhan; sebaliknya, negara-negara yang tingkat pertumbuhannya tinggi memiliki tingkat pertumbuhan jasa yang juga tinggi.
Yang pasti, hubungan kausalitas-nya masih belum jelas. Namun, ada pula hubungan positif -yang diterima di negara-negara berkembang- antara tingkat pertumbuhan manu-faktur dan tingkat pertumbuhan secara keseluruhan. Namun, yang kerap terabaikan adalah efek dari tingkat pertumbuhan jasa terhadap agregat pertumbuhan ekonomi terlihat lebih kuat, dibandingkan dengan pengaruh pertumbuhan manufaktur terhadap pertumbuhan secara keseluruhan.
Apalagi, ada kecenderungan dari waktu ke waktu, peran sektor jasa yang lebih tinggi dalam perekonomian menunjukkan pertumbuhan jasa yang lebih tinggi tidak lantas menyebabkan turunnya biaya. Dengan kata lain, ongkos jasa tidak turun seiring dengan meningkatnya suplai jasa.
Porsi jasa di India begitu besar dan pertumbuhan sektor jasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan Cina. Meskipun Cina jauh lebih kaya dan tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu. Hal itu menunjukkan bahwa sektor jasa tidak sekadar merespons permintaan dajam negeri (yang pasti lebih tinggi permintaannya di Cina), tetapi juga berpeluang untuk ekspor.
Pengalaman pertumbuhan di India menunjukkan bahwa revolusi jasa global -jasa yang membuat tingkat pertumbuhan yang cepat dan kemiskinan berkurang- adalah hal yang mungkin. Di India, sektor jasa tidak hanya mendorong pertumbuh-an ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga ditandai dengan produktivitas tenaga kerja yang tinggi dibandingkan dengan di sektor industri. Malahan, tingkat pertumbuhan produktivitas di sektor jasa India sepadan dengan pertumbuhan produktivitas di sektor manufaktur Cina, dengan begitu dapat mengurangi kemiskinan dengan kenaikan upah.
Pertumbuhan yang didorong jasa bisa berkelanjutan karena globalisasi jasa yang mencapai lebih dari tujuh puluh persen output global, masih dalam tahap awal perkembangannya. Lebih dari itu, pandangan lama bahwa jasa tidak bisa ditranspor-tasi, tidak bisa diperdagangkan, tidak lagi berlaku untuk penyelenggara jasa nonpersonal modem, yang bisa diproduksi dan diekspor dengan biaya rendah. Negara-negara berkembang bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan yang didorong jasa, dengan memberikan perhatian yang besar untuk itu.
Pengalaman India menawarkan harapan bagi negara-negara berkembang lainnya. Proses globalisasi di akhir abad 20 mendorong ke arah perbedaan pendapatan per kapita yang tajam antara negara-negara industri yang masuk ke pasar global dan sekitar enam puluh negara-negara berkembang yang pendapatanper kapitanya stagnan selama sekitar dua puluh tahun. Tampaknya, negara-negara berkembang itu harus menunggu giliran mereka untuk membangun sampai negara-negara industri raksasa seperti Cina menjadi kaya dan sektor manufaktur yang padat modal menjadi tidak kompetitif lagi.
Globalisasi jasa, bagaimanapun, memberikan peluang alternatif untuk negara-negara berkembang untuk menemukan ceruk pasar, di luar manufaktur, tempat mereka bisa mengembangkan spesialisasi dan mencapai tingkat pertumbuhan yang eksplosif seperti negara industri. Ketika jasa sudah diproduksi dan diperdagangkan di seantero dunia seperti globalisasi, kemungkinan setiap negara mengembangkan keunggulan komparatif mereka bisa meningkat. Keunggulan komparatif itu bisa dengan mudah ditemukan pada sektor jasa seperti halnya manufaktur dan pertanian.
Yang dijanjikan revolusi jasa adalah negara-negara tidak perlu menunggu untuk sampai ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Ada jalan baru yang terbentang.


Sumber : www.bataviase.co.id