Minggu, 03 Juni 2012

Mekanisme Transaksi Bank (Transaksi Tunai, Pinbuk, Kriling, Transfer)

      Kali ini saya akan menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan oleh dosen mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan 2, Bapak Dr.Prihantoro. Pada pertemuan kedua, selasa tanggal 31 Mei 2012, banyak sekali hal yang dijelaskan. Pada pertemuan kedua tersebut diantaranya membahas tentang proses kliring, transfer, call money, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:


     Sebelum membahas lebih jauh tentang kliring, transfer, call money, dan lain sebagainya, saya akan menjelaskan sedikit tentang source dan use of fund dari sebuah bank. Sebuah bank hanya berfungsi sebagai perantara, bank akan mengumpulkan sumber dana atau sering juga disebut sebagai source of fund dan menyalurkannya ke masyarakat atau juga sering disebut use of fund. Source of fund bank diperoleh dari deposit baik itu dari tabungan atau deposito, penjualan securities berupa saham atau obligasi, dan capital (modal pemilik), semua source of fund tersebut diletakan pada sisi liabilities bank . Sedangkan use of fund dialirkan melalui cash reserves (cadangan kas), loan  (pemberian pinjaman), pembelian securities baik itu berupa saham atau obligasi, dan asset lainnya. Semua use of fund diletakan pada sisi aktiva bank tersebut. Jika asset bank tersebut bertambah berarti debit, jika berkurang maka di kredit. Sedangkan sisi liabilities kebalikan dari sisi asset, jika bertambah maka di kredit dan jika berkurang di debit. Untuk lebih dapat memahami dengan jelas, berikut adalah skemanya:


Setelah bercerita tentang use dan source of fund bank berserta akuntansinya, sekarang saya akan lanjut menceritakan tentang beberapa transaksi di bank seperti transaksi tunai, pinbuk, kriliring, dan transfer. Yang pertama adalah transaksi tunai.

  • Transaksi Tunai
     Transaksi tunai adalah transaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada bank secara tunai. Contohnya adalah Atun menabung uang 10 juta di Bank A, Atun meyerahkan uang tunai kepada bank. Ini disebut transaksi tunai, transaksi tersebut akan dicatat oleh bank sebagai berikut:
     Pencatatan transaksi tunai seperti diatas karena... Tabungan terdapat disisi liabilities bank bertambah, jika liabilities bertambah maka di kredit. Dan kas bank pun akan bertambah, kas terdapat disisi asset, asset bertambah maka di debit.

  • Pinbuk
      Pinbuk adalah pemindah bukuan. Contohnya adalah Atun memindahkan depositonya ke tabungan. Pemindahan uang dari deposito ke tabungan ini disebut pinbuk, dan bank akan mencatat transaksi ini sebagai berikut:
     Pencatatan transaksi pinbuk seperti diatas karena... Deposito terdapat disisi liabilities bank berkurang karena dipindahkan ke tabungan, jika liabilities berkurang maka di debit. Dan tabungan bank pun akan bertambah, tabungan terdapat disisi liabilities, liabilities bertambah maka di kredit. Pinbuk ini tidak selalu harus dari deposito ke tabungan, pemindah bukuan ini juga bisa terjadi dari pinjaman (loan) ke tabungan. Contohnya, Atun meminjam ke bank lalu ditabung. Jika yang terjadi seperti itu maka akan dicatat sebagai berikut:
      Tabungan terdapat disisi liabilities bank bertambah, jika liabilities bertambah maka di kredit. Dan loan bank pun akan bertambah, loan terdapat disisi asset, asset bertambah maka di debit. Tapi, kasus pinbuk kedua ini kemungkinannya sangat kecil terjadi, karena bunga tabungan lebih kecil dari pada bunga loan.

  • Mekanisme Kriling
     Transaksi selain secara tunai, dapat juga dilakukan melalui cek dan billyet giro. Cek adalah perintah tertulis pemegang rekening giro kepada bank supaya membayar sejumlah uang kepada siapa pun pemegang cek tersebut, sedangkan billyet giro hanya dapat dicairkan oleh orang yang tertera pada billyet giro itu dan si pencair itu harus mempunyai rekening juga. Transaksi menggunakan cek dan billyet giro ini berhubungan dengan kriling. Kriling adalah pemindahan uang antara bank yang berbeda tapi masih dalam satu wilayah.
Kasus 1:
      Joko yang mempunyai rekening giro di CITY BANK memberikan cek senilai Rp 50 juta kepada Atun yang merupakan nasabah BANK BNI. Joko hendak mencairkan cek tersebut di BANK BNI. Mekanisme pencairan cek tersebut adalah sebagai berikut:
 
     Atun pergi ke BANK BNI dan akan mencairkan cek tersebut, BANK BNI lalu akan mengirim nota debet keluar sebesar 50 juta ke BI (Bank Indonesia), lalu BI akan mengirim nota debet masuk 50 juta ke CITY BANK. Transaksi ini tidak akan berjalan jika kedua bank ini tidak mempunyai rekening koran (simpanan) di BI atau LRR (Legal Reserves Requirement) minimal 8% dari jumlah tabungan masyarakat di bank itu. Jadi, rekening koran pada BI dan giro BANK BNI akan bertambah 50 juta, sedangkan rekening koran pada BI dan giro CITY BANK berkurang 50 juta dan Atun dapat mencairkan ceknya di BNI.  
 Kasus 2:
      Kasus kedua adalah kondisinya dibalik, Atun (BANK BNI) bayar uang ke Joko (CITY BANK) sebesar Rp 100 juta lewat cek. Skemanya adalah berikut ini:

      Maka BANK BNI akan mengirim nota kredit keluar ke BI dan BI akan mengirim nota kredit masuk 100 juta ke CITY BANK. Yang terjadi adalah, rekening koran CITY BANK dan gironya akan bertambah, dan rekening koran BANK BNI di BI akan berkurang begitu juga tabungan Atun berkurang. Akuntansinya adalah sebagai berikut:
Kasus 3, tolak kriling:
      Kasus 3, berbeda dengan dua kasus sebelumnya. Disini, Joko (CITY BANK) memberi cek kepada Atun (BANK BNI) sebesar 100 juta tetapi ternyata rekening giro Joko kurang dari 100 juta. Saat Atun akan mencairkan cek tersebut di BANK BNI, seperti kasus 1, BANK BNI akan mengirim nota debet keluar ke BI, saat di BI dicek ternyata giro Joko kurang dari yang dia tuliskan. Maka akan terjadi “tolak kriling” dan Joko akan masuk ke “black list”. Jika terjadi tolak kriling maka debit kredit yang terjadi di kasus 1 dan 2 tadi dibalik, menjadi:
       Melalui tiga contoh kasus diatas, kurang lebih begitulah mekanisme kriling. Dari uraian saya tadi, kita menemukan beberapa istilah nota yang yang dikirim oleh BI. Berikut ini adalah macam-macam nota atau surat yang di kirim BI ke bank peserta kriling dan efeknya terhadap saldo rekening koran bank tersebut pada BI.
     Jika saldo R/K pada BI suatu bank plus (+) maka bank tersebut dikatakan menang kriling. Sedangkan, jika minus (-) maka bank tersebut kalah kriling. Kalah kriling belum tentu ngaruh ke likuiditas Bank bersangkutan, selama bank itu belum kekurangan giro wajib minimumnya.

  •  Call Money
      Call money adalah pinjaman bank yang kalah kriling ke bank yang menang kriling. Call money ini biasa dilakukan untuk menutupi giro wajib minimum bank yang kalah kriling di BI. Selain itu juga, supaya bank yang kalah kriling itu bisa melakukan kriling, karena kalau giro wajib minimum di BI kurang dari yang ditetapkan maka bank itu tidak bisa melakukan kriling. Contohnya:
CITY BANK mempunyai deposit 100 juta, dan kalah kriling 2 juta. Sementara BANK BNI mempunyai deposit 100 juta, dan menang kriling 2 juta. Giro wajib minimum di BI 8%, Ilustrasinya seperti ini:
       Nah.. penjelasan ilustrasi diatas jadi gini. Karena kalah kriling maka sisa giro wajib minimum CITY BANK jadi 6 juta, jumlah itu kurang dari giro wajib minimum yang seharusnya, yaitu 8 juta (8% dari deposit). Jadi CITY BANK harus melakukan call money untuk menutupi kekurangan giro wajib minimumnya. CITY BANK bisa melakukan call money ke BANK BNI, karena BANK BNI punya kelebihan saldo minimum. Untuk menutupi kekurangan CITY BANK, dia harus melakukan call money minimal 2 juta. BANK BNI boleh meminjamkan boleh engga, kalo meminjamkan bunganya di hitung per malam. Di ilustrasi di atas, giro wajib minimum yang ditaruh oleh BANK BNI yaitu 10 juta, itu melebihi giro wajib minimum yang ditentukan yaitu 8 juta (8% dari depositnya), nah.. kelebihan tersebut disebut dengan excess requirement atau kelebihan dari minimum. Kalau suatu bank mempunyai rekening koran minimum di BI di bawah ketentuan maka dia tidak bisa melakukan kriling, dan berpengaruh sama likuiditas bank itu. Dan kalau terus menerus kalah kriling ditambah giro wajib minimumnya selalu kurang dan ga bisa di tutupin maka biasanya bank itu akan diakuisi. 
      Volatitas dana yang paling fluktuatif adalah giro, kedua adalah tabungan, dan terakhir adalah deposito. Giro paling fluktuatif karena giro bisa digunakan untuk bertransaksi maka dari itu lebih fluktuatif. Sementara kefluktuatifan tabungan dipengaruhi oleh kemudahan dan kecanggihan teknologi, dengan adanya mesin ATM dan kartu kredit. Dan deposito cenderung lebih landai.
 
  • Portofolio Keuangan
       Dalam portofolio keuangan bank, disisi asset ada cash reserves, loan, securities, dan other assets. Dan disisi liabilities terdapat deposit, securities, dan capital. Cash reserves disimpan dalam bentuk kas dan rekening koran pada BI. Ada dua aturan dalam loan, aturan pertama adalah LDR (Loan to Deposit Ratio) maksimal 110% dan aturan kedua adalah aliran loan untuk KUK (Kredit Usaha Kecil) dan KIK (Kredit Investasi Kecil) minimal 20%. Cara menghitung LDR adalah:   
Securities disisi assets, digunakan untuk membeli saham dan obligasi di pasar modal, memberikan call money pada bank lain di pasar uang antar bank, dan memberikan pinjaman holding.
    Sementara disisi liabilities terdapat deposit, securities, dan capital. Deposit didapatkan dari tabungan, giro, dan deposito masyarakat. Sementara securities didapat dari menjual saham dan obligasi di pasar modal, meminjam uang ke bank lain (call money) di pasar uang antar bank, kredit likuiditas BI, dan pinjaman holding.

  • Transfer
      Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita tidak asing lagi dengan transfer uang. Transfer secara umum disebut sebagai amanat yang diberikan nasabah kepada bank untuk melakukan pengiriman uang dari satu cabang ke cabang lain pada bank yang sama atau bank lain, untuk dibayarkan kepada rekannya secara tunai atau melalui rekening.
Kasus 1:
       Contohnya adalah, Atun yang merupakan nasabah BANK BRI Jakarta akan mentransfer uang ke Joko yang merupakan nasabah BPD Papua Mapi. Mekanisme terjadi transfer mereka adalah sebagai berikut:

      Jadi, untuk melakukan transfer di BRI Jakarta ke BPD Papua Mapi uang ditransfer terlebih dahulu ke Bank BRI Makasar (tidak mesti selalu Makasar, yang penting adalah daerah yang sama-sama ada kantor cabang BRI dan DPD Papuanya), dari BRI Makasar terjadi kriling ke BPD Papua Makasar, baru bisa ditransfer ke BPD Papua Mapi.
Kasus 2:
       Kasus kedua adalah transfer yang melibatkan kriling antar daerah. Contohnya, Siti (Bank Niaga Jakarta) akan mentransfer uang ke Ahmad (BPD Papua Mapi). Akan tetapi di Makasar ada BPD Papua sedangkan Bank Niaga tidak ada, adanya Bank BRI. Maka, Bank Niaga akan melakukan kriling antar daerah lewat BRI. Mekanismenya sebagai berikut:
  •  Transaksi Luar Negeri
        Misalnya Budi yang berada di Arab (Bank of Saudi) akan mentransfer uang ke Susi di Jakarta (BNI Jakarta). Mekanismenya adalah sebagai berikut:

        Di atas merupakan mekanisme transaksi luar negeri, transaksi bisa dilakukan dengan cara mail transfer atau lewat bank. Jika lewat mail transfer ditunjukan oleh panah berwarna orange, jadi Budi menyerahkan uangnya yang akan ditransfer ke Bank of Saudi lalu bank akan memberi Budi surat bank draft, lalu Budi mengirim bank draft lewat pos ke Susi dan Susi dapat menukarkan bank draft ke BNI Jakarta. Pilihan kedua adalah melalui bank, jadi Bank of Saudi akan mengirimkan payment order ke BNI Jakarta, dan bank BNI Jakarta akan memanggil Susi untuk mengambil uang transfer tersebut. Transaksi luar negeri ini bisa dilakukan jika kedua bank itu memiliki link, link tersebut disebut correspondent bank.
  • Pemberian Nomer Rekening Nasabah
      Setiap nasabah pasti mempunyai nomer rekening yang berbeda, penomeran rekening ini ada caranya dan mempunyai informasi yang menunjukan jenis rekening, lokasi bank, dan nomer urut nasabah. No rekening ini untuk mempermudah penggelompokan di neraca di asset dan liabilities (deposit).
  •  Saldo Akhir Hari dan Akhir Bulan
      Bank selalu menghitung saldo rekening pada akhir hari dan akhir bulan. Saldo rekening akhir hari dihitung berdasarkan transaksi yang terjadi setiap harinya. Sementara saldo akhir bulan dihitung dari saldo akhir hari ditambah dengan bunga. Saldo akhir bulan digunakan sebagai saldo awal bulan berikutnya. Rekening yang dihitung saldonya adalah tabungan dan loan/kredit.
A.    Perhitungan bunga tabungan:
      Perhitungan bunga dapat dilakukan berdasarkan saldo terendah, saldo rata-rata, dan saldo harian. Perhitungan bunga berdarkan saldo terendah dilakukan dengan cara mengalikan saldo terendah dalam satu bulan dengan % i dan hari bunga dibagi 365 hari. Sementara berdasarkan saldo rata-rata, yaitu dengan merata-ratakan saldo satu bulan. Dan dengan berdarkan saldo harian yaitu dengan cara menghitung bunga setiap hari selama sebulan lalu dijumlahkan.
Kasus:
Transaksi tabungan Atun di City Bank:
 

 B.    Perhitungan bunga kredit:
       Bunga kredit terdiri dari dua, yaitu flat dan annuitas. Bunga flat yaitu bunga yang besarnya sama setiap bulannya, biasanya diterapkan pada hutang jangka, investasi dan leasing jangka panjang. Sementara bunga annuitas besar bunga yang dibayarkan tiap bulannya berbeda, biasanya diterapkan pada credit card.
Rumus perhitungan bunga tabungan dan bunga kredit tidak berbeda jauh. Perbedaannya terletak pada pembaginya, jika tabungan dibagi dengan 365 hari sementara kredit dibagi 360 hari. Formulanya adalah:
     Perhitungan bunga kredit seperti bunga tabungan, bisa berdarkan saldo terendah, saldo rata-rata, dan saldo harian. Caranya pun sama hanya berbeda pembaginya menjadi 360 hari. Hasil perhitungannya bisa dihitung sendiri mengikuti contoh bunga tabungan.
Pada saat awal bulan bank selalu update saldo tabungan maupun kredit ke portofolio bank, sementara bunga masuk ke laporan laba rugi. Bunga tabungan dan kredit pada realnya dikurangi biaya administrasi dan PPh.


      Begitulah kurang lebih apa yang dipelajari pada pertemuan kedua mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan 2, tanggal 31 Mei 2012. Semoga bermanfaat baik untuk penulis dan pembaca. Materi diatas bisa di download dalam bentuk Microsoft Word disini.

Mata Kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan 2
Dosen : Dr. Prihantoro

3 komentar:

  1. informasinya lengkap sekali.. dan tentunya bermanfaat.. thanks

    BalasHapus
  2. ditambah 1 untuk perhitungan saldo akir bulan, maksudnya pa yah ? thanks

    BalasHapus

Silahkan beri komentar Anda :